Sosialisasi SIMPATIKA Bagi Madrasah dan RA se Kabupaten Kuningan

Posted on Updated on

Untuk mendorong peningkatan terhadap penguasaan Teknologi Informasi (Internet) bagi para Pendidik dan Tenaga Kependidikan di lingkungan Kementrian Agama (Kemenag) di Indonesia. Agar para Pendidik dan Tenaga Kependidikan mengoperasikan secara lebih mandiri. Maka dibentuklah Program SIMPATIKA. Dengan tujuan, PTK Kemenag menjadi lebih unggul dalam penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang tepat guna dan bermanfaat bagi Dunia Pendidikan Indonesia.
Sesuai dengan surat edaran dari Dirjen Pendis nomor DJ.I/PP.00.6/3541/2015 tanggal 25 September 2015 perihal Penggunaan Sistem Pendataan Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Direktorat Pendidikan Madrasah.

Di Kabupaten Kuningan, sekira 300 Operator SIMPATIKA dari jenjang RA dan Madrasah mendapat arahan pada acara Sosialisasi “Managemen dan PElayanan Program SIMPATIKA Bagi Madrasah dan RA Tahun 2015. Bertempat di RM. Mayang, Selasa (10/11).
Acara yang dibuka oleh dibuka Kasie Penmad Kemenag Kab. Kuningan, Drs.H.Rokhidin, M.Ag. Dalam sambutannya, Kasie Penmad menyampaikan pointer-pointer mengenai SIMPATIKA dan juga pentingnya data yang valid untuk berbagai kebutuhan. Beliau juga memotivasi para operator sekolah agar tetap semangat melakukan tugasnya demi kepentingan lembaga masing-masing.
Acara yang di-moderatori oleh Deni Budiman berlanjut kepada pemaparan materi SIMPATIKA secara teknis oleh Admin SIMPATIKA Kemenag yaitu Ade Sunarto dan Hisyam Fany Abdul Rahman.

 

Dalam pemaparannya, Hisyam dan Ade bergantian menyampaikan hal-hal terkait latar belakang perubahan aplikasi dari PADAMU NEGERI ke SIMPATIKA, yang dalam operasionalnya tidak jauh berbeda dengan aplikasi PADAMU NEGERI. Diperkuat oleh Surat Edaran dari Pendis Kemenag yang pada intinya bahwa SIMPATIKA saat ini adalah aplikasi resmi milik Kemenag yang di kemudian hari akan di-terintegrasi-kan dengan aplikasi EMIS.

 

“bahwa saat ini jalur birokrasi tentang NUPTK tidak lagi ada hubungannya dengan LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) seperti sebelumnya, melainkan Kabupaten akan berkoordinasi langsung ke pihak Provinsi (dalam hal ini Kanwil). Adapun perubahan sistem yang ada pada SIMPATIKA tidak terlalu banyak, diantaranya adalah mengenai proses Mutasi lintas kementerian, pelayanan untuk guru PAI di wilayah Kementerian Pendidikan (diknas), pengajuan NUPTK dan lain sebagainya,” papar pemateri.

 

Dalam kesempatan ini juga, admin kemenag menyampaikan agar kondisi data yang ada pada SIMPATIKA dapat seragam dengan data EMIS baik itu data siswa, PTK dan detail PTK-nya. Suatu saat akan dapat diketahui mana guru  yang “asli” dan mana guru yang “nebeng” pada data SIMPATIKA atau EMIS.

 

“Kami di tingkat kabupaten akan terus berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan setempat terkait validitas data PTK dengan cara melihat DAPODIK. Intinya adalah masing-masing PTK memiliki satu sekolah induk yang seharusnya,” jelas Hisyam.

 

Materi selanjutnya mengenai sekolah yang belum memiliki akun SIMPATIKA didorong untuk segera mendaftarkan akun-nya dengan persyaratan yang telah disampaikan.

 

Sesi Tanya jawab adalah yang sangat dinantikan oleh para peserta, karena pada dasarnya para peserta membawa permasalahan yang ingin langsung diselesaikan segera. Salah seorang peserta dari MIN Pangkalan bertanya mengenai proses perubahan TMT mundur yang agak sulit di Kemenag Kab.Kuningan.

 

“Kami menjelaskan bahwa perubahan TMT mundur tidaklah semudah membalikan telapak tangan, karena dari perubahan tersebut akan berdampak besar kepada kebijakan-kebijakan yang telah diagendakan oleh pemerintah. Kami memberikan contoh tentang kebijakan sertifikasi, jika banyak guru ingin mengejar sertifikasi kemudian merubah TMT agar mundur itu pastinya akan membebankan kepada anggaran pemerintah (dalam hal ini Kemenag Pusat),” ujar Hisyam kepada media di sela-sela kegiatan.(Rilis/Red)
Sumber : suarakuningan
Advertisements